Asuhan Keperawatan

Dunia Askep dan Tips Trik Komputer: Definisi Perasaan

Welcome to My Blog

Selamat Datang di Blog Ini.
Blog ini masih dalam masa perkembangan dan menuju kesempurnaan, agar blog ini lebih berkembang mohon Kritik dan Sarannya.

Blogger sangat berterima kasih karena ANDA mau mengunjungi Blog ini.

"Blog ini tidak akan berkembang tanpa dukungan dan kerja sama dari ANDA."

Terima kasih!!


Mau Jadi Publisher (Penerbit) atau Advertiser (Pemasang) IKLAN??? Klik disini..!!!


Mau berbisnis?? Klik link-link di bawah ini!!

Mau Dapat Uang Gratis, Download caranya disini...

AdsenseCamp

Graha DBS

Anda Pengunjung Ke :

Buku Tamu Blogger

Dimohon ke pada para pengunjung Blog ini untuk mengisi "BUKU TAMU BLOGGER" yang ada di sebelah kanan agar blogger tahu bahwa Anda bukan robot yang mengunjungi blog ini..

Minggu, 09 Mei 2010

Definisi Perasaan

A. PERASAAN
1.Defenisi Perasaan
Perasaan dan emosi pada dasarnya merupakan 2 konsep yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.Perasaan selalu saja menyertai dan menjadi bagian dari emosi.
Perasaan (feeling) merupakan pengalaman yang disadari yang diaktifkan oleh rangsangan dari eksternal maupun internal yang cenderung lebih berrsifat wajar dan sederhana.
Menurut Nana Syaodin Sukadinata (2003),perasaan menunjukkan suasana bathin yang sembunyi dan tertutup ibarat riak air atau hembusan angin sepoi ,sedangkan emosi menggambarkan suasana bathin yang lebih dinamis,bergejolak dan terbuka,ibarat air yang bergejolak atau angin topan karena menyangkut ekspresi jasmaniah yang bisa diamati.
Contoh:Orang merasa marah atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.Dalam konteks ini marah merupakan perasaan yang wajar,tetapi bila perasaan marahnya menjadi intens dalam bentuk jadi emosi,atau merasa sedih karena ditinggalkan kekasihnya,tetapi jika kesedihannya diekspresikan secara berlebihan,misalnya dengan selalu diratapi dan bermuram maka rasa sedih itu sebagai bentuk emosinya.

2.Tingkatan Perasaan
Pada umumnya perasaan dibedakan atas 2 tingkatan yaitu rendah dan luhur.Perasaan rendah sangat erat kaitannya dengan hai-hal yang sifatnya fisik dan biologis yang dapat dibedakan atas empat jenis.yaitu perasaan naluri,pengindraan,tanggapan,dan vital.
Perasaan luhur sangat erat dengan hai-hal yang sifatnya rohanian yang memberi ciri-ciri manusiawi.Perasaan luhur dapat dibedakan atas 6 jenis:
1. Perasaan estetis (keindahan) dimiliki manusia sebagai homo estelius,contohnya manusia mampu membedakan keindahan warna.
2. Perasaan intelek dimiliki manusia sebagai homo sapiens sehingga melahirkan ilmu pengetahuan .
3. Perasaan diri.
4. Perasan social,dimiliki manusia sebagai homo socius sehingga seseorang dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain .
5. Perasaan etis dan susila yang berkaitan dengan nilai baik dan bentuk dalam masyarakat.
6. Perasaan ketuhanan merupakan hasil penghayatan manusia sebagai homo religious.

B. EMOSI
1.Defenisi Emosi
Mendefinisikan emosi bukanlah hal yang mudah karna tidak mudah mrngetahui kapan seseorang berada dalam suatu keadaan emosional.Apakah seseorang dikatakan emosi jika denyut jantungnya cepat,telapak tangannya berkeringat dan perutnya mulas,ataukah seseorang dikatakan emosi apabila tersenyum atau menangis,ataukah badannya merasa menggigil atau keringat dingin.
Tubuh dan wajah biasanya memegang peranan penting dalam mengekspresikaan tingkat emosional seseorang.
Pada dasarnya emosi merupakan keadaan yang ditimbulkan oleh situasi tertentu,dan emosi cendrung terjadi dalam kaitannya dengan prilaku yang mengarah (approach) atau menginkari (avoidance) terhadap sesuatu,dan prilaku tersebut umumnya dengan ekspresi jasmaniah sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa seseorang mengalami emosi.
Emosi pada dasarnya merupakan suatu parasaan atau afeksiyang melibatkan suatu campuran antara gejolak psikologis(misalnya:denyut jantug yang cepat) dan prilaku tampak (misalnya:senyuman atau ringisan).
Dalam keadaan emosi,pribadi seseorang telah dipengaruhi sedemikian rupa sehingga pada umumnya individu kurang dapat mrnguasai diri lagi.prilakunya kadang tidak menperhatikan norma,tetapi telah menperlihatkan adanya hambatan individu.Suatu aktifitas yang tidak dilakukan manusia yang normal,kemungkinan akan dikerjakan oleh seseorang apabila sedang mengalami emosi(Walgito.Simo,2004).
2.Pengelompokan Emosi
Nana Syaodih Sukadinata(2005) Mengetengahkan tentang macam-macam emosi, diantaranya:
a. Takut,cemas dan khawatir.sehingga mscam emosi ini berkenaan dengan terancam oleh sesuatu.
b. Marah dan permusuhan,yang merupakan suatu perayaan yang dihayati oleh seseorang atau sekelompok orangyang kecendrungan untuk menyerang.
c. Rasa bersalah dan duka,yang merupakan emosi dari kegagalan Takut,cemas dan khawatir,sehingga macam emosi ini telah terancam oleh sesuatu.
d. /kesalahan dalam melakukan perbuatan yang berkenaan degan norma.
e. Cinta,yaitu jenis emosi yang menurut Erich Fromm berkembang dari kesadaran manusia dan keterpisahannya dengan yang lainnya..Kebutuhan untuk mengatasi kecemasan karna keresahan tersebut.
3.Bentuk-bentuk Emosi
Menurut Fehr dan Russel(1984), Shaver,Schwarts,Kirson dan O’Connor(1987) menyebutkan bahwa emosi memilaki 3 bentuk, yaitu:
a. Possitif
Positif berasal dari kata Yunani kuno abad ke-18 yaitu “Pathe”artinya nafsu atau hasrat.Makna dasar dari possitif adalah berubah drastic teritama berubah menjadi buruk.Kata pasif sering kali digunakan dalam memerangkan kata-kata emosi,sehingga kata-kata semacam “jatuh cinta”.”terjebak amarah”,dikonotasikan sebagai hasil pengamatan sensoris sederhana yang berada di bawah kontroi pribadi.Padahal sejatinyamanusia hidup memiliki control yang lebih. Tidak sekedar emosinya sehingga emosinya tidak sekedar pasif.
b. Intentionality
Intentionality(kesengajaan) masih sering dikaitkan degan nafsu tapi bisa bermakna sama sekali berbeda denag passivity. Jika diterapkan dalam pengartian sehari-hari. Intentionality maksudnya bahwa emosi terjadi karena kesengajaan misalnya:orang tidak marah secara tiba-tiba tanpa sebab tapi selalu ada sesuatu yang membuat ia marah atau takut. Sesuatu itu adalah objek kesengajaan dari emosi, sebagai hasil evaluasi dari sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya.
c. Subjektivity
Biasanya emosi selalu dikaitkan perbuatan sublektif sebagai akibat dari sebuah pengalaman diri terhadap objek eksternal. Meski demikian emosi juga bersifat objektif karena bila dinilai sebagai baik atau buruk, bermanfat atau berbahaya, tergantung perilaku perubahan fisik.
4.Pengaruh emosi terhadap perilaku dan perubahan fisik
Keadaan emosional merupakan suatu reaksi kompleks yang berkaitan dengan kegiatan dan perubahan-perubahan secara mendalam yang dibarengi dengan perasaan kuat atau disertai dengan apektif.Syamsu Yusuf menyebut emosi ini sebagai a complex feelingstate accompanied by characteristic motor and grandular aktifities .Menurut Abin Syamsuddin Makmun, bahwa aspek empsional dari suatu perilaku selalu melibatkan 3 variabel, yaitu:
1. Rangsangan yang menimbulkan emosi
2. Perubahan Fisiologi yang terjadi pada individu
3. Pola sambutan
Berkenaan dengan perubahan perubahan jasmaniah yang terjadi terkait dengan emosi seseorang.Syamsu Yusuf(2003)menberikan penjelasan contoh sebagai berikut:
 Terpesona reksi elektris pada kulit
 Marah,peredaran darah bertanbah cepat
 Terkejut,denyut jantung bertambah cepat
 Kecewa,bernafas panjang
 Tegang,terganggu pencernaan ,otot tegang dan tremor
Selanjutnya beliau mengemukakan pula tentang ciri-ciri emosi yaitu:
a) Lebih bersifat subjektif daripada psikologis lainnya seperti pengamatan dan berfikir
b) Bersifat fluktuatif atau tidak tetap
c) Banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenajlan panca indra Dan subjektif
Lebih jauh, Nana Syaodih Sukadinata(2005),mengemukakan 4 ciri emosi yaitu:
1. Pengalaman emosinal bersifat pribadi dan subjektif
2. Pengalaman seseorang memegang peranan pentingdalam pertumbuhan rasa takut,saying dan jenis-jenis emosi lainnya.
3. Pengalaman emosinal ini kadang-kadang berlangsung tanpa disadari dan tidak dimengertinoleh orang yang bresangkutan,kenapa ia harus merasa takut pada sesuatu yang seharusnya ia tidak takuti.
4. Lebih bersifat subjektif dari pristiwa psikologis lainnya seperti pengamatan dan berfikir.
Adanya perubahan aspek jasmaniah pada waktu individu menghayati semua emosi,maka terjadi perubahan pada aspek jasmaniah.perubahan –perubahn tersebut selalu serempak.mungkin yang satu mengikuti yang lainnya,misalnya seseorang jika marah,maka perubahn yang paling kuat terjadi debar jantungnyaasedang yang lain adalah pernafasannya.
Emosi diekspresikan dalam prilakuemosi yang dihayati oleh seseorang diekspresikan dalam prilakunya.terutama dalam ekspresi roman muka dan suara/bahasa.Ekspresi ini juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar dan kematangan.emosi sebagai motifmerupakan suatu tenaga yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.Demikian juga degan emosi ,dapat mendorong suatu kegiatan.kendati demikian diantara keduanya merupakan konsep yang berbeda. Motif atau dorongan pemunculannya berlangsung secaara siklik,bergantung pada adanya perubahan dalam irama psikologis, sedangkan emosi tampaknya lebih bergantung pada situasi merangsang dan arti signifikan sipersonal bagi individu.
Menurut J.P.Chaplin(2005) motif lebih berkenaan dengan pola habitual yang otomatis dari pemuasan,sementara reaksi emosional tidak memiliki pola atau cara-cara kebiasaan reaktif yang siap pakai.
Ada beberapa contoh pengaruh emosi terhadap perilaku diantaranya :
• Menperkuat semangat atau senang apabila seseorang merasa senang atau puas terhadap hasil yang dicapai.
• Melemahkan semangat apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini adalah timbulnya rasa putus asa (frustasi).
• Menghambat atau mengganggu konsentrasi,misalnya konsentrasi beiajar,apabila mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup(nervest) dan gugup dalam berbicara.
• Terganggu penyesuaian social apabila terjadi rasa cemburu & iri hati.
• Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecil akan menpengaruhi sikapnya dikemudian hari,baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
5.Emosi terhadap Anak dan Dewasa
Emosi pada anak umumnya lebih mudah teridentifikasi dari pada orang dewasa. Anak akan cenderung mengungkapkan emosi secara spontan & apa adanya. Emosi pada anak diibaratkan ungkapan yang disampaikan dari bahasa tubuh dalam hubungan interpersonal yaitu dalam hubungan interaksi antar anak dengan lingkungan.
Di bawah ini tercantim beberapa perbedaan emosi antara anak dan orang dewasa.

ANAK
• Berlangsung singkat & berakhir tiba-tiba

• Terlihat lebih hebat & kuat
• Bersifat sementara / dangkal
• Lebih sering terjadi
• Dapat dilihat dengan jelas dari tingkah lakunya

DEWASA
• Berlangsung lebih lama & berakhir dangan lambat
• Tidak terlihat lebih hebat & kuat
• Lebih alami
• Jarang terjadi
• Sulit dilihat karna lebih pandai menyembunyikannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Graha DBS n Th3 Hack3r

AdsenseCamp